Senin, 08 November 2021

PUISI ~ SEKAYAM

Setelah after 4 tahun vakum upload tulisan di blog, 

Boleh lah aku upload tulisan lama dulu yang tersimpan didalam kenangan. 

Puisi yang ku persembahkan untuk para penduduk hebat di Pala Pasang dengan perjuangannya.


SEKAYAM

 



Sungai ini adalah saksi perjalanan kami

Membentang sebagai penghubung desa ke desa dengan kota

Ya kota, kami menyebutnya sebagai kota Entikong

Sebuah kecamatan kecil di Garda Depan Pertiwi ini

                Keringat, darah hingga nyawa pun menyatu di sini

                Menyatu dengan kedamaian dan ketenangan alam

                Menyatu dengan sebuah perjuangan demi penghidupan

                Menyatu dengan sebuah pertahanan untuk perlawanan

Tahukah kawan?

Kami di sini masih bertahan,

Masih bertahan dengan gethek dan sampan

Ketika kau di sana sudah mampu berduduk manis di empuknya jok dalam hujan

                Tahukah kawan ?

                Kami di sini melawan arus,

                Melawan riam, melawan ombak

                Hanya untuk mencari segelas susu

Duduk diam berjam – jam bertahan saat sang Sekayam sedang tenang

Atau berdiri berjuang dengan setongkat bambu untuk melawan arus dalam riam

Oooh tak hanya itu, kami turun dan berjalan melawan runcingnya bebatuan

Dan bahkan kami pun mendorong dan mengangkat sampan ini saat Sekayam surut

                Hai kawan, apakah kau mampu seperti kami?

                Berteman, bersahabat dan menaklukan Sekayam

                Ketika kau disana bermanja manis dengan mewahnya dunia

                Sebuah kemewahan yang juga hak kami tapi belum mampu kami genggam

               

                Yogyakarta, 12 Juni 2016


ANSD_171295


Sabtu, 29 April 2017

PUISI ~ DALAM KEGELAPAN

Jadi ini adalah tulisan yang pernah ku kirim ke media TEMPO, dan sepertinya hingga saat ini mereka tidak tertarik dengan tulisanku yang satu ini. Jadi aku share di sini aja... wkwkwkwk....
Masih punya media untuk menulis segala penjajakan pikiran...



Dokumentasi KKN UGM Tim KTB 05 2015
Kehidupan Anak - anak Pala Pasang
Masih Tetap Semangat Belajar walau Desa Belum teraliri PLN

DALAM KEGELAPAN



Dalam sunyinya kegelapan...
Ada sebuah rasa, rasa ingin tahu akan sebuah ilmu...
Ada sebuah hasrat, hasrat
 berjuang melawan kebodohan...
Ada sebuah tekat, tekat tuk maju melihat dunia...
                Di sini, dalam pekat malam,
                Aku mulai bersahabat dengan sebuah lilin,
                Lilin yang rela hancur demi menerangi ku dalam gubuk ini,
                Demi aku mampu memahami lembaran teman – teman ku ini.
Aku ingin suatu hari nanti, kampungku lebih terang
Lebih terang dari sekedar cahaya lilin.
Tapi aku juga takut,
Takut mengacuhkan mu karena silau dari teman baru ku  

Yogyakarta, 13 Juni 2016

ANSD_171295


Senin, 24 April 2017

Nilai Dari Kantong Plastik

Setelah sekian lama tak memperbaharui tulisan di blog, sebenernya menulis masih berjalan akan tetapi memang sengaja beberapa tulisan tak dimasukan ke dalam blog. Mumpung suasana masih Hari Bumi, jadi selamat Hari Bumi.... untuk Bumi ku tercinta,,, semoga kau selalu sabar kepada kami... 

Malam ini aku mau ngomongin soal Kantong Plastik (Kresek) yang jadi salah satu masalah buat bumi kita karena susah terurai gitu (butuh waktu lama untuk mampu terurai di dalam tanah). Pelajaran simpel yang ku pelajari dari salah seseorang yang sangat berarti bagiku yaitu ibuku yang biasa ku panggil mamah.
Singkat cerita dari kecil mamah memang selalu mengajari untuk membawa plastik (kantong kresek nek boso ning ngomah). Simpel sih cuman sekedar membawa kantong plastik aja di tas setiap pergi. Dulu waktu masih kecil (saat masih sering keluar kota naik mobil sendiri dengan mendiang ayah sebagai supir yang setia) mamah selalu membawa kantong plastik, niatnya sih buat tempat sampah (maklum pergi bawa anak kecil juga akan menciptakan sampah yang lumayan). Jadi singkat cerita ketika pergi keluar kota, emang keluarga ku suka ngemil di mobil ya jadi nya kantong plastik itu berguna banget untuk nyimpen sampah sementara di mobil (suka ditegur langsung sama mamah kalau buang sampah di kaca mobil, wkwkwk, ini waktu zaman kecil jadi masih belum tau gitu).
Hal simpel banget yang diajarin mamah ini berguna juga ternyata, ya setidaknya aku juga sekarang jadi agak risih kalau liat mobil trus ada yang buang sampah dari kaca mobil gitu. Kalau memang yang membuang anak kecil ya bisa dimaklumi yaa,,, hanya perlu dinasihati aja dan di kasih contoh buang sampah yang bener kayak gimana. Tapi kalau orang dewasa ??? Hadeeehh......
Image result for plastik
sumber : google images

Oke ini manfaat kantong plastik untuk menyimpan sampah sementara ketika pergi. Teryata tak hanya itu, kantong plastik yang biasa ku simpan suatu hari bermanfaat ketika aku sidang niih...
Alhamdulillah rezeki anak sholehah (Aamiin ya Allah), pas sidang DPS tercinta Pak Rachmawan baik hati banget membelikan kami (Beliau, Dosen Penguji dan aku) masing – masing bubur ayam, ini karena Beliau belum sempat sarapan dirumah. Tapi ya tetap aja yaak mau sidang maah kagak mikir mau makan apa kagak... wkwkwwk suasana deg deg an bakal lulus dengan kayak gimana sudah membuat kenyang... hehe... Ya alhamdulillah akhirnya sekarang sudah move on dari S1 nya semoga bisa PDKT dan jadian sama S2 nya yaak aamiin (harapan mah boleh aja)...
Nah lanjut ke topik, jadi alhamdulillah keresek (kantong plastik) ku berguna gitu untuk salah satu dosen untuk membawakan makanan dan snack beliau... hehehe

Oke lanjut ke pengalaman selanjutnya, jadi suatu hari ada kumpul niih sama anak TWSE (doain yaak kita mau ngadain sosialisasi ke sekolah) nah tiba – tiba hujan lebat dataang,,, berhubung waktu sudah mau menjelang maghrib dan semua nya pada pamit pulang ya udah akhirnya bubar deeh (ini rapat nya emang udah selesai sebelumnya). Dan alhamdulillah lagi kantong plastik yang ada di tas (tas selempang cewek yang cuman muat dompet, hp) berguna juga untuk tempat laptop pak ketua TWSE saat ini.
Jadi dari kantong plastik yang mungkin buat kita terkadang tak berharga bisa memiliki nilai tersendiri bahkan untuk orang lain.
Naah simpeel kan berbuat baik itu, ndak perlu duit, dan tenaga yang gedhe untuk berbuat baik.
Simpel nya cukup dengan peduli pada sekitar, kita bisa bermanfaat untuk sekitar kita (semoga Hamba juga bisa bermanfaat selalu Ya Allah, aamiin)...

Jadi ini lah pelajaran simpel yang diajarkan mamah dan mampu memberikan manfaat tak hanya untuk ku saja, tetapi terkadang bermanfaat untuk orang lain....

ANSD_171295

Rabu, 04 Januari 2017

Puisi ~ Dalam Gelap

Dalam gelap ku menolak kegelapan
Mata ini terjaga menghindari mu
Dalam sunyi ku menolak kesunyian
Telinga ini berdering tanpa komando

Berpetakan 3 x 3
Ku masih berdiam diri tak berkutik
Mendekap lutut dengan posesif
Bergumam meratukki diri sendiri

Sang bersayap dan bertanduk pun beradu
Mengadu kekuatan di tengah jebakan
Sang bersayap pun terperosok
Sang bertanduk pun terbahak

Akal berhenti ketika nadi berhenti
Tapi di dalam gelap jurang nadi lemah berdenyut
Akal berkerja ketika gaya terbesar menekan
Memberikan ide untuk mengepakan sayap

Jogjakarta, 4 Januari 2017

ANSD_171295

Puisi ~ Keinginan Terlarang

Rasanya pening kepala ini,
Ketika hal itu tak bisa kulakukan,
Rasanya badan ini ingin nyebur,
Sedalam yang ku bisa.

Berlari sekuat dan sekencang pun tak membantu,
Badan memang melayang,
Tapi otak tak berhenti pening,
Rasa candu pun datang kembali.

Badan lelah meminta merebah,
Tapi otak tak berhenti berpikir,
Andai bisa kulakukan saat ini,
Tapi dibalik jas putih itu melarang ku.

Jogjakarta, 4 Januari 2017

 ANSD_171295

Puisi ~ DIRIMU

Kebeningan mu yang luas menenangkan ku,
Walau terkadang kau tak begitu dalam,
Aku masih mampu berada dalam dekap mu,
Di tengah goncangan lembut dari mu.

                Dinginnya dirimu menyegarkan otak ku,
                Memberikan nafas kehidupan untuk ku berpikir,
                Ooh, bukan...
                Justru kau membantu pikiran ini melayang.

Ringan, ringan, ringan,
Tak hanya otak ini yang melayang,
Badan ini pun ikut melayang dan bergoyang,
Bagaikan ayunan gendongan ibu kepada anaknya.

                Ku dapat terbang dalam dekap mu,
                Di tengah keragaman angin yang kau miliki,
                Walau terkadang angin mu menggoyahkan ku,
                Tapi kau tetap membuat ku berayun di dalam dekap mu.

Jogjakarta, 4 Januari 2017

 ANSD_171295

Sabtu, 31 Desember 2016

Puisi ~Kepergian Mu yang Tak Akan Kembali

Aku masih belum menyangka jika hal ini terjadi,
Walau sudah sebulan lebih peristiwa ini berlalu,
Tetapi aku masih menunggu mu,
Layaknya aku yang selalu menunggu mu di Bandara Adi Sucipto.

Hangatnya matahari Jogja menyambut mu,
Bergendongkan ransel, berkaca mata hitam itulah gaya mu,
Kita berpeluk mesra melepas rindu yang tertahan,
Warung pojok bandara itu menjadi saksi kita.

Ku menunggu kepulangan mu di Bandara Adi Sucipto,
Dari perjalanan pengabdian mu pada negeri ini,
Kau harus meninggalkan kami disini,
Dan itulah resiko ku menjadi putri seorang prajurit.

Kini,
Ketika aku berada di depan Bandara ini,
Kau pun tak akan tampak di pelupuk mata,
Padahal kau telah pulang.

Maafkan aku jika mata ini masih menghujani pipi,
Walau kau telah pulang tapi rindu pun bertambah,
Karena kepulangan mu saat ini adalah kepergian bagi ku,
Kepergian mu yang tak akan kembali.


Jogjakarta, 31 Desember 2016
ANSD_171295

Kamis, 24 Maret 2016

Tipe Orang Bermuka Dua

Oke... 
Hari ini aku akan bercerita tentang pengalaman pribadi dan dari segi pandangan pribadi.... 

Yang pertama cerita hari ini mengingatkan ku akan sebuah drama 49 Days... 
Inti dari drama itu adalah mencari 3 orang yang mengeluarkan air matanya secara tulus. Tiga orang ini nih tidak boleh dari keluarga sendiri. 

Jadi kepikiran, kira - kira ada ndak ya tiga orang yang akan memberikan air mata tulus dan murni untuk ku ? 
Dari drama korea itu juga diceritain klau tokoh utama nya itu udah berbuat baik sama banyak orang. 
Dan demi melanjutkan hidupnya dia harus mencari tiga orang tersebut, dia berpikir dia akan mudah menemukan tiga orang tersebut karena banyak yang sayang sama dia selama hidup. 
Tapi ternyata setelah dia masuk ke arwah orang lain dan berusaha mencari, dia hampir hilang harapan dan hampir putus asa. 

Entah dari drama itu aku jadi kepikiran tentang tipe - tipe orang. tapi untuk kali ini aku akan menceritakan TIPE ORANG BERMUKA DUA
Well... yang nama nya kehidupan itu seperti roda berputar akan ada kalanya kita di atas dan ada kalanya kita dibawah... 
Dan dari sini aku belajar tentang apa yang namanya Maksud dan Tujuan. 
Setiap orang hidup pasti punya maksud dan tujuan karena dengan cara itulah kita mampu bertahan hidup. 
Seseorang pernah bilang ke aku "Jadi orang jangan terlalu baik. Jadi orang jangan lembek."
Aku hanya mau bilang, kalau orang baik itu bukan lembek kok.
Orang baik itu sedang berusaha mengikuti hati nya. 
Hati kecilnya. Karena secara alamiah beberapa orang bisa memiliki cara berpikir yang sama. 
Cara berpikir masih dikontrol oleh otak. Tapi sikap, tindak, tanduk seseorang belum tentu sama karena hati dan lingkungan yang menjaga hati mereka berbeda. 
Lalu apa semua orang baik itu bermuka dua ?
Mungkin bisa jadi iya bisa jadi tidak. 
Tapi aku selalu tau pasti bahwa setiap orang mempunyai maksud dan tujuan dan tidak semua maksud dan tujuan itu negatif lhooo. Masih ada orang dari jutaan orang di dunia ini yang punya maksud dari hati yang tulus kok. Lalu bagaimana kita bisa tahu dia tulus atau ndak ? 

Langkah Pertama 
Hal yang menjadi dasar apakah kita dapat mengetahui dia bermuka dua atau tidak adalah tetap berbuat baik. Ikuti saja kata hati mu. 
Kau akan tau bahwa sekitar mu akan bersikap biasa saja dan bersikap baik pada mu. 
Maka pada langkah ini ikutilah alur yang mengalir yaitu bersikap baik dan biasa saja. 

Langkah Ke Dua 
Ketika ada kondisi dimana kalian bersama - sama dalam kondisi yang sama. Maka dari sini akan ada dua macam kondisi. Tuhan menciptakan segala sesuatunya berpasangan termasuk dengan maksud dan tujuan. Bisa jadi kita akan dipertemukan dengan tujuan yang sama dalam kondisi bahagia atau dalam kondisi sangat terdesak. Pada kondisi ketika tujuan yang sama bahagia maka saat inilah nikmati masa bersama - sama karena akan berujung bahagia. Tetapi jika punya tujuan yang bersamaan secara mendesak maka akan ada dua perilaku manusia yaitu perilaku didominasi dengan hati dan perilaku yang didominasi dengan otak. Percaya atau tidak setiap keadaan mendesak harus ada yang dikorbankan walau itu hanya sekedar perasaan. Dari langkah ini kita bisa mempelajari apakah orang itu bermuka dua atau tidak. Di sini kita harus berhati - hati!!! (Boleh memasang kuda - kuda... hehehehe)

Langkah Ke Tiga 
Hati - hati saja tidak cukup kadang kita butuh jatuh terjurang untuk mengetahui bagaimana proses mendaki dan sampai dengan selamat ke atas dan siapa yang akan tetap ada disamping dan menemani, mendukung, serta menolong kita. 
Langkah ini merupakan langkah pengujian. Pada langkah ini tetap lakukan langkah pertama yaitu tetap bersikap baik dan biarlah mengalir apa adanya. Jika hati mu sudah ragu akan kebaikan seseorang maka mulai lah berhati - hati dengan dirimu sendiri. Kenapa ? Karena yang dapat mengontrol diri kita sendiri ya cuman diri sendiri. Percaya boleh, tapi jika dikecewakan segera bangkitlah!
Orang yang berbaik di depan mu, dan kemudian didepan orang lain dia mengatakan hal yang berbeda atau minimal dia hanya diam ketika kondisi mendesak dan berpotensi pada hal yang merugikan, maka itulah ciri tanda - tanda orang bermuka dua. Berhati - hatilah dengan orang semacam ini. Karena dia bisa merugikan kamu lebih besar daripada orang yang selalu frontal (bersikap apa adanya walau menyakitkan) di depan kamu. 

Langkah Ke Empat
Pada langkah ini, saat langkah ketiga sudah mulai terdeksi maka lihat lah orang yang melakukan itu kepada mu. Jika dia orang yang berhubunga dengan mu tapi secara batin tidak dekat maka menjauhlah segera. Tetapi ingat tetap lah berbuat baik, "baik yang cerdik". Karena setelah mengetahui jika sikap dan perbuatan seseorang bermuka dua, kita perlu berbuat baik dan berhati - hati. Bukan maksud hati untuk su'udzon tapi hidup perlu hati - hati. Inilah fungsi dari pelajaran kehidupan. Dan jika yang melakukan itu adalah orang yang berhubungan batin dan jarak yang dekat (sahabat atau teman baik) maka mulailah menjaga jarak dalam tingkah mu sendiri, karena orang ini lebih menyakitkan dari pada orang sebelumnya. Keterdekatan kalian akan membuat kalian sering berinteraksi. Dalam hal ini cobalah untuk mengurangi intensitas menyampaikan maksud dan tujuan. Ingat egois perlu untuk mempertahankan diri sendiri dalam kondisi ketika kita tahu bahwa diri ini benar. Tetapi mengontrol egois kita juga penting karena hidup ini tak lepas dari berhubungan dengan orang lain. Yang terakhir jika yang bermuka dua adalah keluarga sendiri maka keluarlah, hang-out lah bersama dan duduk lah bareng bersama. Karena saat hal ini terjadi di keluarga sendiri maka yang dibutuhkan adalah saling berbicara dan mendengarkan. 

Cukup sekian analisis pribadi dari ku. 
Aku hanya sedang ingin menuangkan pengalaman pribadi ku bertemu dengan orang seperti ini. 
Dan menurut ku "Tetaplah berbuat baik, walau itu terkadang menyakitkan. Tapi kita tidak selamanya harus berbuat baik dengan cara mengorbankan diri kita sendiri. Karena orang yang disekitar kita semuanya hanya bersifat sementara, maka bersikap baiklah di awal dan kau akan tau suatu hari nanti dia seperti apa dan bagaimana. Hari itulah yang akan menentukan sikap mu sesungguhnya."

ANSD_171295

Sabtu, 20 Februari 2016

Puisi ~ Jalan yang Berbeda dengan Mu

Seberapa besar ku coba melangkah
Tapi ku selalu menoleh ke belakang
Menoleh untuk melihat mu kembali
Tapi... Justru kau telah jauh di depan

Kata orang, menangislah
Menangis adalah perasaan natural ketika terluka
ya.. Aku terluka jika aku harus melangkah maju
Melangkah maju di jalan yang berbeda dengan mu

Kini aku berhenti sejenak untuk terdiam..
Untuk melihat mu kembali dengan menoleh ke belakang
Dan untuk menyadari bahwa kau telah jauh di depan
Jaauuuh di depan di seberang sana

Ingin ku bicara padamu
Berat hari - hari ini tanpa mu saat ini
Bahkan di saat aku masih terngiang kata - kata mu
Ingin rasanya ku bertanya pada mu, Tak pernahkah kau melihat ku ?


ANSD_171295

Jumat, 04 Desember 2015

Tentang Rasa di Penghujung Tahun 2015

Di bulan penghujung tahun, ku sadari bahwa masa ku di dunia ini akan semakin berkurang. Setiap yang bernyawa di bumi suatu hari akan pergi ke dunia lain. Sama halnya dengan setiap pertemuan akan ada perpisahan. Di tahun ini, mungkin sudah saat nya untuk mengucapkan selamat tinggal pada rasa yang pernah ada. Lebih tepatnya bukan mungkin tapi harus. Engkau mempertemukan kami, dan engkau ciptakan rasa itu di antara kami, atau justru malah hanya ada di rasa ku saja?
Sudah saatnya yang aku bayangin untuk ku hapus. Sudah saatnya pula yang ku tunggu untuk ku tinggalkan. Bukan kesabaran yang telah habis melainkan rasa untuk bangkit lah yang telah muncul. Tuhan kau menciptakannya untuk hadir sejenak di dalam hari – hari ku. Walau rasanya sebentar, tapi kau pula lah yang menunjukkan ku untuk mulai pergi dari kursi yang selama ini ku buat untuk menunggunya. Engkau memberi rasa ini, dan bolehkah aku untuk meminta rasa ini mulai dari hari ini untuk kau angkat dari hati ku ? Agar aku dapat memberikan rasa yang serupa ini kepada yang lebih tepat? Tuhan, kuatkan aku untuk berdiri setelah aku bersandar terlalu lama.

Di penghujung tahun ini aku akan mulai memasuki fase terbaru dalam hidupku. Aku akan meninggalkan masa puber ku. Dan memulai menuju masa dimana seseorang sudah di anggap benar – benar dewasa di usia itu. Kuatkan aku untuk tak terlalu lama lagi berharap padanya. Dan kuatkan aku untuk muwujudkan harapan – harapan ku yang lain. Dewasakanlah hati dan pikiran ini.

ANSD_171295 

Sabtu, 26 September 2015

Puisi ~ Aku Merindukan Ku yang Dulu

Aku bangkit dari tidur ku, dan ku mulai menyadari sesuatu
Ya, aku sadar ada bagian dari diri ku yang hilang
Aku sadar, aku kini bagaikan mayat hidup
Aku kehilangan jati diriku yang dulu
Kini ketika ku terbangun dari mimpi-mimpi indah ku,
Ku temukan aku yang semakin lemah dan semakin lemah dari hari ke hari.
Menulis, bukan sesuatu hal yang salah.
Menulis adalah bagian dariku yang sempat hilang.
Aku sadar ketika tanpanya aku merasa aku grusah
Ya, memang, tanpanya, aku mulai membohongi diriku sendiri.
Kini aku duduk diam sendiri, menyadari akan sesuatu yang mulai berubah
Dunia akan terus berubah, dunia akan terus berjalan.
Tapi percakapan ku dengan diriku tak seharusnya berhenti.
Aku harus mengakui apa yang erjadi pada diri ku.
Mengakui kepada diriku.
Kini aku masih terduduk sesaat setelah ku terjatuh.
Bodohnya aku. Aku yang menunggu kehadirannya untuk menungguku bangkit.
Bodohnya aku ketika aku menunggu nya,
Kamu, kamu, kamu, dan kalian semua.
Aku harus sadar, bahwa kini ku lemah.
Aku terlena dengan kenyamanan yang mereka berikan.
Aku harus bangkit.
Kadang ku merindukan aku yang dulu.
Walau terkesan sok kuat, tapi itu lebih baik daripada sekarang.
Aku merindukan diriku dulu.
Yang tak harus selalu bersama kalian.
Aku merindukan diriku yang dulu.
Yang masih mampu berkarya walau tanpa kalian.
Aku merindukan aku yang dulu, masih bisa tersenyum walau tanpa kalian.
Terkadang tak selamanya keras itu salah.
Kini, aku sadar...
Aku mulai merindukan sisi ku yang keras...
Sisi yang tak peduli dengan omongan orang, sisi yang tak peduli dengan apa yang sedang terjadi..
Aku sadar, saat ini aku butuh aku yang dulu..
Aku butuh aku yang dulu untuk membantuku menopang diriku yang saat ini rapuh...


ANSD_171295

Selasa, 30 Juni 2015

Membuka Kembali

Lama rasanya sudah tak menulis di blog ini...
Ini tulisan pertama di tahun ini...
Tak nyangka saat ini sudah H-1 KKN...
Apa yang pernah ku tulis di sini untuk KKN di perbatasan selangkah lagi akan terwujud..
Ya semoga ALLah selalu meridhoi...
Banyak yang telah terjadi di tahun ini..
n semoga setelah KKN bisa ku tulis kembali cerita - cerita yang pernah ku lalui.. :)

ANSD_171295

Jumat, 19 Desember 2014

Puisi ~ Bongkahan Berlian

Aku tau aku harus berkaca.
Aku bukan seperti kalian.
Aku hanya kerikil ditengah mutiara.
Atau aku hanya sebuah pohon layu ditengah rerimpunan pohon.
                Aku sadar bongkahan – bongkahan berlian itu milik kalian.
                Aku sadar saat bernafas ku saat ini tak secuil apa pun kumiliki.
                Sakit! Sakit! Sakit!
                Ketika ku harus melihat kalian membuang itu ke sumur tua.
Aku tau secuil dari bongkahan itu bagaikan nyawa untuk ku.
Tapi ingat! Aku tak akan masuk ke sumur tua mu itu!
Aku akan cari cuilan bahkan bongkahanannya di surga ku.

Dengan kaki ku sendiri. 

ANSD_171295

Kamis, 18 Desember 2014

Puisi ~ Surat dari Bumi



Bumi ini membawa sebuah surat,
berisikan pesan tersirat dari pujangga untuk pembaca nya,
atau naskah untuk dipelajari para pelakon dongeng ini.
Pesan ini akan sampai untuk setiap insan pemilik jiwa.
Hutan, Laut, Gunung, dan setiap puing – puing bumi memeliki ceritanya.
Hutan yang berisikan pohon – pohon mampu memberikan kehidupan
Kehidupan untuk setiap raga yang berjiwa ataupun tidak.
Tapi pohon itu tak sendirian di bumi ini untuk melakukannya.
 Laut,
Yang semakin dalam semakin menyimpan harta terpendam.
Yang semakin dalam semakin kutemukan keanekaragaman isi nya,
dan mampu mengisi perut – perut pelakon itu.
Gunung,
Tinggi, kokoh, tapi tak pernah sombong,
Masih setia untuk menghidupi pelakon – pelakon itu
karena dia tahu suatu hari akan ada pijakan yang berada di puncak nya.
Ombak,
Yang terus menghantam karang untuk melaju kedepan,
Angin,
Yang terus mengalir hanya untuk dirasa.
Pesan akan tetap menjadi pesan,
Jika pelakon – pelakon itu tak mampu memahami.
Pesan akan menjadi sebuah cahaya,
                   Jika pelakon – pelakon itu mampu menghidupkannya.


ANSD_171295

Rabu, 19 November 2014

Yang Terdepan Yang Terbelakang

Dulu guru SD ku cerita kalau Indonesia itu kaya. Bahkan jadi rebutan negara-negara. Guru ku bilang di Indonesia kaya rempah-rempah, ya, tak hanya guru ku aja yang bilang kayak gitu bahkan buku sejarah pun bilang seperti itu. Mungkin sampai tahun ini buku sejarah masih cerita kalau Indonesia adalah negara yang kaya. Bahkan sampai di jadiin lagu pula sama grup band Koes-Plus.
Bukan Lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi mu
Tiada badai tiada topan kau temui
ikan dan udang menghampiri dirimu
tersirat dipikiran ku kurang kaya apa coba Indonesia sampai bisa menjadi inspirasi untuk musisi kita. Bahkan di lirik itu tersampaikan lautan hanya dibilang kolam susu. Susu lho, minuman yang kaya protein. Protein yang kata orang baik untuk otak, buat tambah pinter. Coba liat bait-bait selanjutnya. Semakin menekankan bahwa Indonesia memang kaya ya?
Tapi, apakah itu hanya akan menjadi cerita atau sekedar dongeng untuk anak cucu kita nantinya? Coba perhatikan dan resapi sekeliling kita. Susu, ikan, udang bagaikan makanan yang langka sekarang ini. OH TIIDAAAK !!! KAMU SALAH BESAR KALAU BILANG MAKANAN ITU LANGKA, MAKANAN ITU MASIH BISA DITEMUKAN DI NEGERI INI, BAHKAN SANGAT MUDAH UNTUK MENCARINYA. Itu sih kata-kata orang yang berduit...
Lalu apakah yang dipinggir jalanan, yang berkelana keliling daerah untuk mengais – ngais makanan, yang memelas diperempatan, atau yang berada di terdepan tapi justru terbelakang dapat mendapatkan itu semua secara mudah??? Sepertinya lagu itu menceritakan bahwa Indonesia itu sangat kaya ya?? Lalu bagaimana dengan sekarang??
Mikir, mikir keras!!!
Hari ini, Rabu tanggal 19 November 2014 kutulis isi pikiran ku ketika ku sudah mulai penat dengan belajar, hehe. Dua hari berjalan dengan tarif kenaikkan BBM yang tadinya Rp 6.500,- menjadi Rp 8.500,- dengan Presiden Bapak Joko Widodo (presiden yang baru saja dilantik ketika tanggal tulisan ini dibuat). Huah hebat ya, ramai ternyata. Ramai yang pada aksi turun ke jalan, ramai yang pada menyuarakan protes nya. Lalu Indonesia masih dibilang kaya??
Mikir keras lagi!!
Sampai sekarang aku masih belum menemukan berita dari yang terdepan tapi terbelakang beraksi yang ramai karna kenaikkan BBM. Yang terdepan tapi terbelakang?
Daerah perbatasan adalah Yang terdepan tapi terbelakang? Di sana menjadi yang paling depan bertemu dengan Negara lain, tapi juga menjadi daerah yang terbelakang. Sungguh di sayangkan ya. Indonesia, tanah surga katanya.... Katanya sih?? Tapi bener ndak sih? Atau itu hanya dongeng.
Sungguh mikir keras lagi !!
Ketika yang ada di pulau ini pada berteriak-teriak akibat kenaikkan BBM, yang digedung mewah pada interupsi dengan keputusan ketua sidang, yang sedang rapat pada tidur lah, walkout lah, yang sekolah tinggi beralmamater dari rakyat yang pula mengatas namakan dirinya sebagai pembela negeri sedang tawuran, yang mengaku dirinya adalah pengamat politik sedang berkicau di medsos. Yang pemburu media sedang mencari berita terhangat atau malah menjadi kompor untuk membuatnya semakin panas??
Dan aku disini masih berpikir keras!! Kenapa tak terdengar kabar ya dari daerah-daerah yang menjadi bagian terdepan Negeri ini bertemu dengan Negeri orang?? Atau mungkin naik atau tidak nya harga BBM tak pengaruh terhadap kondisi mereka??
Mikir keras lagi!! Ketika liat film Indonesia, tanah surga katanya.. Di film itu diceritakan anak-anak sana yang tak kenal rupiah, atau anak-anak sana yang tak kenal lagu yang pertama kali dinyanyikan di Negeri ini, atau 2 warna yang sebagai identitas bangsa. Mereka tak kenal. Bagian terpenting dari sebuah negera mereka tak tahu. Apalagi sekedar mengetahui orang-orang yang berteriak-teriak soal BBM, atau yang katanya berpendidikan tinggi tapi seperti tak punya sopan santun. Mungkin itu lebih tak mereka ketahui. Mereka tak mengetahui apa yang terjadi di pulau ini. Bahkan dari mereka lebih memilih untuk akhirnya mengaku sebagai orang lain (alias pindah kewarganegaraan). Seberapa kenalkah mereka dengan negeri ini?? Negeri yang katanya kaya, negeri yang katanya indah?? KATANYA???
Katanya Negeri ini kaya, tapi kenapa mereka masih belum mengenal negeri ini ya?? Padahal mereka lahir di negeri ini. Faktanya infrastruktur mereka masih belum layak! Listrik ?? Jalanan yang layak untuk menuju ke sana?? Sedangkan orang – orang yang di pulau ini masih pada ramai dan ribut dengan urusannya masing-masing.
Aku kini yang sedang dan masih belajar di pulau ini (P. Jawa) yang infrastrukturnya sudah dapat dinikmati, yang sedang bosan dengan koar-koar an dan tingkah orang yang menganggap sedang membela negeri ini tapi masih banyak bicara. Sungguh merasa penasaran dengan daerah-daerah perbatasan Indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi disana? Semoga mimpi ku untuk KKN ke sana tak hanya sekedar angan-angan ku, bukan sekedar untuk travelling aku ke sana, tapi rasa penasaran ku akan apa yang terjadi di sana?
Seseorang yang terlahir dengan rasa penasaran, maka dia bagaikan bayi yang lahir. Seseorang yang mencari tahu akan rasa penasarannya maka bagaikan seorang anak yang sedang bertanya. Dan Seseorang yang mencoba menyelesaikan rasa penasarannya bagaikan dia yang menemukan akan hakikat hidupnya. (Anisa Nurdini Sucpto Dewi-November 2014)
Sepercik pemikiran dari aku seorang pemimpi kecil yang sedang berangan dan akan selalu berusaha untuk belajar tuk merubah nasib.

ANSD_171295

Selasa, 04 November 2014

Biarkan Menjadi Cerita Untuk Ku Saja

Hai kawan,,,  apa kabar dirimu??
entah kenapa,,, ingin rasanya cerita lgi seperti saat itu ke dirimu,,
cerita tentang aktivitas ku dan aktivitas mu,,,
tapi rasanya kau sedang sangat sibuk,,,
ya,, sepertinya kau sedang sangat sibuk,,,
atau, pesan yang kau sampaikan begitu menancap di diriku,,,
Ya, pesan itu,
aku sadar,, tak seharusnya aku bercerita,,
tak seharusnya aku bercerita tentang aktivitasku atau pun tentang apa yang terjadi pada ku,,
kecuali terhadap beberapa orang,,,
mungkin bukan seharusnya aku bercerita kepada kelompok itu,,,
karna entah, ktika ada salah satu yg menanyakan keadaan ku dan aku mulai cerita,,
ya, aku yang salah,,, tak seharusnya aku bercerita,,,
aku salah menceritakannya,,
hingga aku menceritakan nya ke org terdkat ku,,
ketika itu, tanpa sengaja pembicaraan mengarah dengan kondisi,,,
dan satu,,,
itu membuat ku kangen masa SMA,,
ya,, aku kangen masa SMA ku,,
karna aku sdar aku dikelilingi sahabat-sahabat yang menguatkan aku,,,
yang tak akan sanggup meninggalkan aku ketika ada di jurang,,,
bahkan mungkin mereka akan turun ke jurang hanya sekdar untuk membawa ku ke tepian,,,
hhhhhhhhhhhh
andai kalian tau,,,
kini aku menginginkan kalian semua disini,,,
hhhhhhhhhhh
hanya satu yang bisa ku lakuin di sini,,
ya,,, semoga kelak kita dipertemukan dalam keadaan sukses semua,,,
amin
kalian tau,,, aku menunggu moment dimana kita bisa berkumpul lgi,,,,
sekarang yg aku sadari,,
kondisi tak seperti dulu,,,
tetap adal kelompok-kelompok seperti dulu,,,
tapi sudah tak lagi saling menguatkan,,,
dan,,,
memang tak seharusnya aku bercerita,,
ya,,,,
biarkan ini dan itu menjadi Cerita Ku saja



ANSD_171295

Rabu, 27 Agustus 2014

Puisi ~ Perjalanan

Perjalanan ini bukanlah perjalanan yang singkat,
Ini perjalanan yang panjang,,,,
Perjalanan yang belum ku tahu arah nya kemana,,,
Bahkan suatu hari aku tersesat ditengah hutan,,
Hingga aku terjun jatuh ke jurang,,,
Dengan luka yang membekas ku berusaha bangkit,,,
Mencari pertolongan lalu bangkit bediri,,,
Hingga kini aku sudah berada di tepian,,,
Ku lanjutkan perjalanan ini, masih tanpa tau arah dan tujuan,,,
Hingga ku menemukan papan papan petunjuk jalan,,,
Menemukan sebercik tujuan perjalanan ku,,,
Ku lanjut langkah-langkah kecil ini,,,
Kadang aku harus terhenti karena jalan yang buntu,,
Atau mungkin kadang aku harus berputar arah karena salah jalur,,,
Hingga kini aku sudah ada dipersimpangan,,,
Persimpangan tanpa petunjuk jalan,,,
Persimpangan tanpa rambu jalan,,,
Dan kini kemana ku lanjutkan langkah ini???


ANSD_171295

Senin, 28 Juli 2014

Referensi Buku 1 ~ Mualaf (John Michaelson)



Kali ini ingin mencoba membuat referensi buku. Buku yang ini berjudul Mualaf” , dengan pengarang John  Michaelson
Buku ini diangkat dari kisah nyatanya yang lahir pada akhir 1970-an di kota pinggir laut di barat daya Inggris. Terlahir dari ayah seorang pelaut dan ibu seorang praktisi pesawat. Namun perkawinan orang tuanya mulai goyah ketika dia masih di bawah umur sekitar umur 3 tahun. Perceraian kedua orang tua nya membuat nya tinggal beberapa saat bersama ibu, kakek, dan neneknya. Lalu setelah beberapa waktu, dia tinggal bersama ayahnya untuk sesaat. Berpetualang, bermain, dan melakukan hal adrenalin itu yang dia lakukan bersama ayahnya hingga dia lulus sekolah dasar dan dikirim ke asrama. Di sinilah gerbang dia mulai mengenal yang nama nya narkotika, yang berasal dari rokok mariyuana (hati-hati dengan rokok ini jika kamu pergi ke Inggris). Hingga akhirnya dia ketangkap bersalah karena tidak hanya sebagai pemakai saja namun dia juga sebagai pengedar di asrama tersebut dan harus menerima konsekuensi di drop out dari asrama tersebut.
Dari sekian sekolahan yang dia daftar tak ada yang mau menerimanya hingga dia akhirnya berada di sekolahan terakhir yang menjadi pilihannya. Dimana sekolahan tersebut adalah sekolahan yang terkenal dengan anak-anak yang “bermasalah” (entahlah, kadang aku berfikir kenapa setiap anak yang bersalah ex : pemakai narkotik, pengedar, dan peminum harus mendapatkan tempat terburuk di dunia? itu sih menurut orang-orang ). Pergaulan bebas akhirnya menjadi teman hidupnya. Hingga dia lulus dari sekolahan itu dan kemudian menjadi teknisi di kapal. Ya di bagian perkabelan.
Ketika dia menjadi teknisi, dia pergi mengelilingi negara-negara. Hidup dengan minuman keras, rokok, perempuan, dan kadang narkotik. Hingga suatu hari, beberapa teknisi harus di pecat, karena masalah ekonomi dan kemudian dia berada tempat perkuliahan. Ada bagian menarik di sini menurut ku. Ketika diri nya mengambil kelas analisis wacana. Tahukah kalian ? Apa yang dipelajari di kelas ini? Di buku ini diceritakan bahwa kelas ini membahas tentang “bagaimana media menggunakan bahasa untuk memanipulasi para pembaca berita” . Apa yang tersirat dalam benak mu? Mengerikan ya? Menurut ku sih. Ternyata ada pelajaran tentang mengubah sudut pandang seseorang dengan berita yang di buat. Dan akhirnya aku merefleksikan diri dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia. #MasihSuanasanaPilpres. Ngeri! ya Ngeri! jika para pembuat media di ajarkan tetang materi itu, lalu berita yang di buat akan mengakibatkan para pembaca salah paham dan berfikir terbalik dari kenyataannya. Dan lihat lah media Indonesia saat ini, masih saja main serang-serangan padahal media itu lah pembentuk opini publik. Ngeri ya #MasihSuasanaPilpres. aku sendiri semakin tak yakin harus mempercayai media yang seperti apa, dan apa? #LaluMediaApaYangHarusDipercaya.  Ya, ini politik. yang di bawa adalah Kepentingan! Lalu kepentingan media-media tersebut apa dengan membuat pemberitaan yang dapat menyebabkan berat sebelah atau ya sebut saja membuat pembaca berita menjadi salah mengartikan berita sehingga “Membuat yang salah di bela habis-habisan dan membuat yang benar di cela dan di fitnah habis-habisan” . Kira-kira materi pembelajaran tersebut ada di Indonesia ndak ya??#BerpikirKeras
Kembali lagi ke Resum buku ini lagi. Di negara Barat, Islam = Teroris . Entah apa yang membuat opini tersebut ada menjadi mayoritas kepercayaan orang-orang barat (Ingat tak semuanya, masih ada yang menganggap tak demikian tapi ini menjadi kaum minoritas untuk dunia belahan sana). Akhirnya waktu pun berjalan hingga dia kini menjadi seorang pengajar Bahasa Inggris untuk siswa-siswi yang datang ke London. salah seorang muridnya bernama Karim berasal dari Perancis merupakan teman berbincangnya pertama kali tentang Islam karena Islam ini merupakan agama yang di anutnya. Hari akan tetap terus berjalan, hingga akhirnya dia berada di negara dengan Islam bukan lagi menjadi minoritas melainkan menjadi mayoritas dan di Indonesialah dia akhirnya memeluk agama Islam. Dengan diskusi dan argumen keagamaan membuatnya akhirnya menerima Islam sebagai Jalan lurus (Al-Sirat Al-Mustaqim).
Dari buku ini, ada beberapa halaman buku yang aku tandai karena :
1.    Mungkin membuka sel otak ku sebelah mana entahlah tentang media. Ya media. Media pembentuk opini. Sehingga ketika kau baca berita maka berhati-hatilah. Cari tahu apa media tersebut, lalu siapa pemiliknya atau mungkin tak perlu tau siapa pemiliknya tapi yang perlu kau tahu media tersebut berpihak kemana. Karena keberpihakan mereka akan memberitakan tentang A yang bagus dan istimewa dan menjatuhkan B. Lihat saja dari berita-beritanya. Jangan langsung percaya. Karena media seperti itu tak akan membuat menjadi seseorang yang obyektif lagi.
2.    Ada quotes ini àPikiran yang hebat membicarakan gagasan, Pikiran yang rata-rata membicarakan peristiwa, Pikiran yang kecil membicarakan orang-orang” (Eleanor Roosevelt). Nah jadi tertampar, aku berada dengan pikiran seperti apa. dan berpikir kembali tentang Pemilu kemarin aku memilih presiden dengan jalan pemikiran seperti apa, #RefleksiDiri
3.    Sedikit setuju dengan opini penulis di halaman 213 à “Dunia sudah gila, umat manusia sepertinya kehilangan arah, dan sebagian besar pemimpin kita tak punya moral”. Ini menjadi tugas kita bersama untuk membenahi dunia ini bersama-sama (seharusnya).
4.    Dan di halaman 214 à “Hampir segala hal dapat dipelintir demi kepentingan finansial dan ideologi. Iklan-iklan membidik golongan yang tak memiliki pemahaman, perang dibenarkan dengan klaim-klaim palsu, orang-orang memperoleh jabatan melalui tindakan kriminal dan janji-janji yang diingkari. Aku menjadi heran bagaimana kita bisa begitu buta dan menganggap umat manusia telah membuat kemajuan”. Mungkin kalimat terakhir pertanyaan yang akhirnya membuat ku berpikir lagi. tapi paragraf ini benar-benar membuat ku berpikir memang dunia mulai gila, dan semakin berhati-hatilah jika membaca berita.
5.    Lalu jika di baca pada halaman 218-219, inti dari halaman ini à “Apakah selamanya kita harus mempercayai begitu saja kepada para pendapat pakar? Lalu apakah para akademisi selalu benar? Atau malah mereka tak punya kapasitas untuk membedakan antara yang salah dan benar? “ Semakin bersyukur karena kini aku masih bisa mencicipi bangku kuliah. Sebagai seorang anak yang kini masih belajar di bangku teknik, diajarkan ketika ingin mengasumsikan sesuatu jangan asal main asumsikan. lakukan analisis terlebih dahulu.
6.    Oh ya di buku ini pun membuat aku berpikir lagi. Saat buka bersama OSKAR, sempat membahas persoalan LDK (Latian Dasar Kepemimpinan) Pengurus OSIS, sempat memperdebatkan antara proses dan hasil. Mungkin karena aku juga kini masih duduk di bangku teknik pun lebih ditekankan soal proses, proses yang baik, proses yang mendekati sempurna (karena Sempurna hanya milik Allah), bahkan teringat mata kuliah metode numerik yang diajarkan soal perhitungan, bahkan apabila error mu semakin besar maka siap-siaplah dengan kertas tambahan dan kalkulatormu lalu hitung kembali dan kembali hingga error tersebut berada pada ambang yang seharusnya. Lalu kau akan menilai apa? Proses atau Hasil? Di buku ini, ketika penulis menjadi teknisi kapal dia harus melakukan perkerjaannya dengan mendekati sempurna dengan proses yang mendekati sempurna pula dan ya pasti membutuhkan waktu (Menurutku sempurna hanya milik Allah) dan karena ini menyangkut masalah nyawa manusia lain tak hanya dirinya maka proses saat dia melakukan perhitungan, membuat alatnya harus dengan hati-hati. Berbeda dengan ketika dia membantu pamannya (bekerja sebagai menata taman, lupa pada halaman berapa) yang lebih mengutamakan kecepatan kerja daripada proses. semakin mengingat kini mau hidup dengan kualitas atau efisiensi?
7.    Di buku ini pun juga menampar diri ku, ingin seperti apakah aku? “Muslim sebagai noun atau muslim sebagai adjective?”. Muslim sebagai noun merupakan identitas diri dan Muslim sebagai adjective merupakan kualitas diri.
8.    Ada qoutes lagi yang akan kau temukan di halaman 231 à “Aku tak pernah heran melihat orang berbuat jahat, tapi aku sering heran melihat mereka tak punya malu.” (Jonathan Swift)
9.    Di halaman 301 àCara terbaik untuk mengetahui apakah kau dapat mempercayai seseorang adalah dengan mempercayainya” (Ernest Hemingway).
10.  Sebagai pengingat untuk diri ku juga, ketika kau akan belajar tentang Islam atau tentang apa pun kau perlu cam kan ini à “Kau takkan pernah bisa mencari waktu, kau mesti luangkan waktu” .
11. Dan buat yang galau tentang pasangan hidup ni, coba ambil Al-Qur’an lalu buka dan bacalah pasangan surat 36 dan ayat 36 ^_^

Buku ini kubaca saat Bulan Ramadhan tahun ini, untuk ngisi Ramadhan ku saja sih. Dan resum ini ku tulis pada saat pergantian hari dengan dengungan suara Takbir yang meng-Agungkan Allah. Selamat hari Raya Idul Fitri 1435 H. Ja’alanallahu minal a’idzin walfaidzin (Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang. amin). Mohon maaf lahir batin atas segala kekhilafan yang telah ku lakukan dan semoga tulisan ini bermanfaat, amin ^_^


ANSD_171295